Jumat, 09 Desember 2011

BAB IV DAN V


BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil penelitian
Penelitian ini dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dengan mengambil data-data sesuai dengan judul penelitian yang ada di ruang rekam medik RS tersebut. Penelitian ini hanya melakukan analisis univariat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks dilihat dari segi umur, paritas, dan alat kontrasepsi yang digunakan.
1.      Umur
Umur dalam penelitian ini dikategorikan menjadi umur <20 tahun, 20-35 tahun, dan >35 tahun.
Berdasarkan hasil penelitian dari faktor umur, dideskripsikan dalam diagram 1
Sumber : Data Sekunder RSUD Margono Soekarjo tahun 2010

Diagram 1. Distribusi frekuensi umur dalam penelitian gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2010

Berdasarkan diagram di atas umur wanita yang menderita kanker
serviks sebagian besar berumur >35 tahun yaitu 132 orang (94,3%) dan yang berumur <20 tahun tidak ada.
2.      Paritas
Paritas dalam penelitian ini dapat dideskripsikan dalam diagram 2 sebagai berikut.
Sumber : Data Sekunder RSUD Margono Soekarjo tahun 2010
Diagram 2.  Distribusi frekuensi paritas dalam penelitian gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2010

Berdasarkan diagram di atas paritas wanita yang terkena kanker serviks yaitu primipara sebanyak 17 orang (12,1%), multipara 75 orang (53,6%), dan grandemulti sebanyak 48 orang (34,3%).
3.      Alat kontrasepsi yang digunakan
Alat kontrasepsi yang digunakan dapat dideskripsikan dalam diagram.

yaitu sebagai berikut :

Sumber : Data Sekunder RSUD Margono Soekarjo tahun 2010
Diagram 3.    Distribusi frekuensi alat kontrasepsi yang digunakan dalam penelitian gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2010

Berdasarkan diagram 3 alat kontrasepsi yang digunakan oleh wanita dengan kanker serviks yaitu alat kontrasepsi hormonal sebanyak 117 orang (83,6%) dan alat kontrasepsi nonhormonal sebanyak 23 orang (16,4%).

B.     Pembahasan
1.      Umur
Berdasarkan diagram 1 umur wanita yang mengalami kanker serviks dapat disimpulkan sebagian besar berumur >35 tahun yaitu sebanyak 132 orang (94,3%).
Pada penelitian ini sesuai diagram 1 bahwa sebagian besar penderita kanker serviks pada kategori usia >35 tahun yaitu sebanyak 132 orang (94,3%) dan sudah tergolong pada stadium lanjut.
Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Sukaca (2009), bahwa wanita yang menderita kanker serviks sebagian besar berumur >35 tahun. Pada usia 35-55 tahun memiliki resiko 2-3 kali lipat untuk menderita kanker mulut rahim (serviks). Semakin tua umur seseorang akan mengalami proses kemunduran, proses tersebut tidak terjadi pada suatu alat saja tetapi pada seluruh organ tubuh. Semua bagian tubuh mengalami kemunduran, sehingga pada usia lanjut lebih banyak kemungkinan jatuh sakit, atau mudah mengalami infeksi.
Menurut Riono (1999) dalam penelitian Sandra Van Loon di RS Hasan Sadikin pada tahun 1996, wanita yang menderita kanker leher rahim dan dirawat masih berusia muda pada saat melakukan hubungan seksual pertama kali antara umur 15 – 19 tahun.
Menurut Aziz (2001) resiko tinggi terserang kanker leher rahim pada mereka yang berusia di bawah 16 tahun pada saat melakukan hubungan seksual pertama kali meningkat 10 – 12 kali lipat dari pada yang melakukan hubungan seksual pertama kali diatas usia 20 tahun. Hal ini disebabkan karena pada masa transisi dari masa kanak-kanak menjelang dewasa, terjadilah menstruasi yang menyebabkan hormon estrogen meningkat menyebabkan sel-sel pada dinding vagina menjadi tebal. Begitu pula dengan glikogen, yang oleh bakteri bermanfaat diubah menjadi asam vagina. Pada dasarnya asam vagina ini berfungsi untuk melakukan proteksi terhadap infeksi. Namun akibat suasana vagina yang menjadi asam, jaringan epitel disekitarnya menjadi berlapis-lapis. Apabila dalam situasi yang penuh perubahan itu masuk sperma, maka perubahan akan semakin besar. Apalagi jika terdapat luka akibat gesekan, sel-sel epitel akan terganggu dan menjadi tidak normal.
Tingginya kejadian kanker serviks pada usia >35 tahun dan sudah dalam stadium lanjut, hal tersebut kemungkinan dikarenakan penderita tidak pernah melakukan pemeriksaan secara dini atau  malu untuk datang berobat sejak awal keluhan, sehingga kanker serviks yang diderita baru terdeteksi setelah berusia >35 tahun dan sudah dalam stadium lanjut.
2.      Paritas
Berdasarkan diagram 2 paritas wanita yang terkena kanker serviks yaitu primipara sebanyak 17 orang (12,1%), multipara 75 orang (53,6%), dan grandemulti sebanyak 48 orang (34,3%).
Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Manuaba (2008), bahwa peningkatan infeksi semakin besar pada keadaan seperti frekuensi hubungan seksual yang tinggi, multipartner, multi paritas, jarak kehamilan yang terlalu dekat, pemakaian pil KB oral yang dapat menurunkan asam folik dan perkawinan usia muda.
Menurut Sukaca (2009), paritas berbahaya adalah dengan memiliki jumlah anak lebih dari 2 orang atau jarak persalinan terlampau dekat. Sebab dapat menyebabkan timbulnya perubahan sel-sel abnormal pada mulut rahim. Jika jumlah anak yang dilahirkan melalui jalan normal banyak dapat menyebabkan terjadinya perubahan sel abnormal dari epitel pada mulut rahim dan dapat berkembang menjadi keganasan.
Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa wanita yang berisiko tinggi terkena kanker serviks adalah wanita dengan multiparitas. Hal ini sejalan dengan teori yang ada bahwa wanita multiparitas berisiko tinggi terkena kanker serviks.
3.      Alat Kontrasepsi yang Digunakan
Berdasarkan diagram 3 alat kontrasepsi yang digunakan oleh wanita dengan kanker serviks yaitu alat kontrasepsi hormonal sebanyak 117 orang (83,6%) dan alat kontrasepsi nonhormonal sebanyak 23 orang (16,4%).
Hasil penelitian tersebut relevan dengan teori yang dikemukakan oleh Ali (2002), bahwa pada penggunaan kontrasepsi hormonal tidak jarang pula ditemukan displasia serviks, sehingga selama masih menggunakan kontrasepsi hormonal sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ginekologik secara teratur, seperti pemeriksaan pap’smear setiap 6 bulan sampai 1 tahun sekali.
Sedangkan menurut Sukaca (2009), penggunaan kontrasepsi pil dalam jangka waktu lama (5 tahun atau lebih) meningkatkan resiko kanker leher rahim sebanyak 2 kali. Pil KB dapat memberikan efek negatif pada kanker leher rahim sebab tugas pil KB adalah mencegah kehamilan dengan cara menghentikan ovulasi dan menjaga kekentalan lendir servikal sehingga tidak dilalui sperma. WHO melaporkan resiko relatif pada pemakaian kontrasepsi oral sebesar 1,19 kali dan meningkat sesuai dengan lamanya pemakaian.
Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemakaian alat kontrasepsi hormonal meningkatkan resiko terkena kanker serviks. Pemakaian alat kontrasepsi hormonal dapat menurunkan asam folik dalam tubuh. Hal ini sejalan dengan teori menurut Manuaba salah satu peningkatan resiko kanker serviks yaitu pemakaian KB Pil, dalam hal ini KB Pil merupakan salah satu macam dari alat kontrasepsi hormonal.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang peneliti lakukan, maka dapat diambil kesimpulan yaitu sebagai berikut :
1.      Umur wanita yang menderita kanker serviks di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo Purwokerto sebagian besar berumur >35 tahun yaitu sebanyak 132 orang (94,3%).
2.      Paritas wanita yang menderita kanker serviks di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo Purwokerto sebagian besar wanita dengan multipara yaitu sebanyak 75 orang (53,6%).
3.      Alat kontrasepsi yang digunakan oleh wanita dengan kanker serviks sebagian besar adalah menggunakan alat kontrasepsi hormonal yaitu sebanyak 117 orang (83,6%).
B.     Saran
1.      Bagi Rumah Sakit
Hendaknya lebih meningkatkan pelayanan khususnya dalam hal pelayanan konseling kepada pasien dengan kanker serviks agar lebih meminimalkan komplikasi yang dialami pasien. Serta secara umum hendaknya lebih sering melakukan sosialisasi tentang pemeriksaan pap’smear atau IVA.


 

2.      Bagi peneliti selanjutnya
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan variabel penelitian yang lain yang dapat mempengaruhi kejadian kanker serviks sehingga hasil penelitian dapat menjadi masukkan bagi dinas yang terkait.
3.      Bagi Masyarakat
a.       Agar tidak terjadi kanker serviks dengan stadium lanjut maka hendaknya wanita melakukan pemeriksaan rutin secara dini misalnya melalui pemeriksaan pap’smear atau IVA yang selama ini sudah sering dilakukan oleh berbagai organisasi atau kegiatan-kegiatan sosial lainnya dan segera memeriksakan kepada tenaga medis apabila mengalami keluhan.
b.      Mengatur dan atau membatasi jumlah anak.
c.       Hendaknya lebih aktif untuk mencari informasi-informasi tentang kesehatan khususnya tentang kanker serviks sehingga masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan terutama tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kanker serviks.

BAB III


BAB III
METODE PENELITIAN DAN OBJEK PENELITIAN

A.    Variabel Penelitian
Variabel adalah  gejala yang menjadi fokus penelitian untuk diamati (Sugiyono, 2005).
Variabel adalah karakteristik subyek penelitian yang berbeda dari subyek yang lain (Arikunto, 2006). Variabel adalah objek penelitian atas apa saja yang menjadi titik perhatian dalam suatu penelitian atau objek yang di teliti (Arikunto, 2006).
Variabel adalah ciri-ciri yang melekat pada subyek yang diteliti dan mempunyai variasi dari hasil pengukuran (Santjaka, 2008).
Penelitian ini terdiri dari variabel tunggal yaitu variabel independent. Variabel independent dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kanker serviks yang meliputi umur, paritas dan jenis alat kontrasepsi yang digunakan.

B.     Kerangka Konsep Penelitian
41
Kanker Serviks
Faktor Resiko :
1.      Umur
2.      Paritas
3.      Jenis alat kontrasepsi yang digunakan



C.    Rancangan Penelitian
1.      Jenis penelitian
Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berhubungan dengan variabel yang ada tanpa membuat suatu perbandingan atau menghubungkan. Jadi hanya menyebutkan masalah apa yang ingin dicapai dalam penelitian tersebut (Notoatmodjo, 2005).
2.      Pendekatan Waktu Pengumpulan Data
Pendekatan waktu yang digunakan dengan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach) (Notoatmodjo, 2010).
3.      Metode Pengumpulan Data
Data dalam penelitian ini adalah data sekunder, diambil dari catatan rekam medis pasien. Untuk menjaga kerahasiaan isi dokumentasi rekam medis, pengumpulan data hanya dilakukan di dalam ruang rekam medis RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo Purwokerto dan penulis tidak menuliskan identitas pasien. Intrument penelitian menggunakan lembar observasi.
Data dikumpulkan dengan melihat kembali semua catatan medik tentang kasus kanker serviks di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2010. Data direkapitulasi dari periode tanggal 01 Januari sampai 31 Desember 2010.
4.      Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2006).
Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang menderita kanker serviks dan berobat di RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2010 yang berjumlah 140 orang penderita.
5.      Prosedur Pemilihan Sampel dan Sampel Penelitian
Dalam penelitian ini pengambilan sampel digunakan dengan teknik total populasi sampel atau sampel jenuh, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel (Nova, 2010), adapun jumlah populasi sebanyak 140.
6.      Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional adalah batasan untuk membatasi ruang lingkup atas pengertian variabel yang akan diteliti atau diamati (Notoatmodjo, 2005).
Definisi operasional dalam penelitian ini tampak dalam tabel berikut :
Tabel 2. Definisi Operasional
No
Variabel
Definisi
Hasil ukur
Skala
1.
Umur  
Rentang kehidupan yang diukur dengan tahun
1.      Umur <20 tahun
2.      Umur 20–35 tahun
3.      Umur >35 tahun
Ordinal
2.


Paritas
Wanita yang pernah melahirkan bayi, atau  janin dengan umur kehamilan lebih dari 22 minggu
1.      Primipara (melahirkan 1x
2.      Multipara (melahirkan 2-4x)
3.      Grande multi (melahirkan 5x atau lebih )
Ordinal






3.
Alat kontrasepsi yang digunakan

Riwayat kontrasepsi yang digunakan dan yang digunakan saat sekarang
1.      Kontrasepsi hormonal (suntik, implant, pil)
2.      Kontrasepsi non hormonal (IUD, KB alami, kontap)
Ordinal


7.      Instrumen Penelitian dan Cara Penelitian
a.    Instrumen Penelitian
Alat atau alat penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi yang terdiri dari kolom-kolom berisi No, No Rekam medis, Usia (< 20 tahun, 20-35 tahun, > 35 tahun), Paritas (Primipara, Multipara, Grandemulti), Stadium kanker serviks, jenis alat kontrasepsi yang digunakan (Hormonal, Nonhormonal).
b.    Cara Penelitian
Cara penelitian ini terdiri dari beberapa tahap:
1)      Tahap persiapan
a)      Mengajukan pengajuan judul penelitian dan konsultasi penelitian.
b)      Melakukan survey pendahuluan di RSUD Prof. Dr. Margono soekarjo Kabupaten Banyumas
c)      Studi pustaka, menyusun proposal, seminar proposal.
d)     Mengurus surat ijin ke RSUD Prof. Dr. Margono soekarjo Kabupaten Banyumas
2)      Tahap pelaksanaan
a)      Melakukan pengumpulan data yaitu mencari data.
3)      Tahap akhir
a)      Melakukan pengolahan dan analisa data.
b)      Menyusun laporan hasil penelitian dan kesimpulan.
c)      Mempresentasikan hasil penelitian
8.      Teknik pengolahan dan Analisa data
a.       Editing
Dalam rangka memudahkan penilaian dan pengecekan kelengkapan semua data yang diperlukan untuk menguji hipotesis dan mencapai tujuan penelitian itu sudah lengkap, dilakukan seleksi data atau proses editing. Dalam proses editing, data yang dipilih adalah data yang benar-benar diperlukan dan objektif atau tidak bias.
b.      Coding
Setelah semua data terkumpul dan selesai diedit, tahap berikutnya adalah memberi kode terhadap data-data yang ada berdasarkan kategori yang dibuat atas pertimbangan penulis sendiri.
c.       Tabulating
Data-data dari rekam medis yang telah dimasukkan ke dalam tabel. Kemudian data dimasukkan kedalam tabel dari masing-masing variabel penelitian dan dibuat berdasarkan tujuan penelitian (Notoatmodjo, 2005: 186-187).
d.      Analisis Data
Dalam analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Univariat, yaitu analisa yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian (Notoatmodjo, 2005). Dalam penelitian ini analisa univariat meliputi Umur, Paritas, Jenis alat kontrasepsi yang digunakan.
Penghitungan analisis data menggunakan computer dengan program SPSS versi 16.